Anggaran Talut Rp60,4 Juta Disebut Sudah Cair Sejak April, Pembangunan di Dusun Dalangan Belum Terealisasi

banner 468x60

 

MAGELANG —metrofakta.id  Keluhan masyarakat terkait belum terealisasinya pembangunan talut di Dusun Dalangan, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, menjadi sorotan. Pasalnya, anggaran pembangunan talut yang disebut telah cair sejak 20 April 2026 dengan nilai sekitar Rp60.404.400 hingga Sabtu (17/10/2026) belum terlihat direalisasikan dalam bentuk pekerjaan fisik.

banner 336x280

Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, di lokasi pembangunan hanya terlihat tumpukan material, sementara pekerjaan talut belum dimulai. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat yang berharap pembangunan segera dilaksanakan.

Warga menilai keberadaan talut sangat mendesak karena lokasi tersebut berada di jalan menurun dengan kondisi bagian tepi jalan berlubang. Situasi ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan apabila tidak segera ditangani.

Kepala Desa Benarkan Anggaran Sudah Cair

Untuk memperoleh kejelasan dan menghindari berkembangnya polemik maupun rumor di tengah masyarakat, awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Banyusari, Titik Lestari, pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam konfirmasi tersebut, awak media menanyakan kebenaran pencairan anggaran pembangunan talut serta kendala yang menyebabkan pekerjaan belum terealisasi hingga Oktober 2026.

Kepala Desa Titik Lestari membenarkan bahwa anggaran pembangunan talut tersebut telah cair. Untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kendala pelaksanaan, ia kemudian memanggil Kaur Desa, Miftakhusurur.

Saat memberikan keterangan, Miftakhusurur menjelaskan bahwa pembangunan talut belum dilaksanakan karena masih menunggu waktu luang tenaga tukang yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Alasan tersebut menjadi perhatian karena pembangunan yang anggarannya disebut telah cair sejak April 2026 itu hingga pertengahan Oktober belum menunjukkan realisasi pekerjaan fisik sebagaimana diharapkan masyarakat.

Keselamatan Warga Jangan Sampai Terabaikan

Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan kepastian jadwal pelaksanaan pembangunan. Apalagi, talut tersebut berkaitan dengan kondisi tepi jalan yang dinilai rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain persoalan waktu pelaksanaan, transparansi penggunaan anggaran juga menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Dalam informasi yang disampaikan warga, muncul pula dugaan bahwa sebagian dana masih berada di rekening salah satu kaur. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara independen dan masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan dokumen pendukung. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan adanya penyimpangan sebelum fakta dan bukti yang sah diperoleh.

Pemerintah desa diharapkan dapat menjelaskan secara terbuka mengenai tahapan pencairan, penggunaan dana, ketersediaan material, serta rencana pasti dimulainya pekerjaan.

Perlu Kejelasan dan Tindak Lanjut

Belum terealisasinya pembangunan talut ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga kepastian bahwa anggaran yang telah dicairkan benar-benar ditindaklanjuti sesuai peruntukannya.

Apabila pekerjaan masih terkendala tenaga tukang, pemerintah desa perlu menyampaikan langkah penyelesaian dan target waktu yang jelas agar pembangunan tidak terus tertunda.

Publik juga berhak memperoleh informasi mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban anggarannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, penjelasan mengenai alasan menunggu waktu luang tukang menjadi keterangan utama yang diperoleh terkait keterlambatan pembangunan. Klarifikasi lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan, realisasi penggunaan anggaran, dan informasi terkait dana yang disebut berada di rekening salah satu kaur masih diperlukan.

Masyarakat Dusun Dalangan berharap persoalan ini segera mendapatkan penyelesaian. Jangan sampai pembangunan yang dinantikan untuk meningkatkan keamanan jalan justru terus tertunda, sementara risiko keselamatan pengguna jalan masih membayangi.

Hengki Wisata
Wartawan

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed